MENURUT sebuah survei yang dirilis minggu ini oleh National Sleep Foundation, sekira 25 persen warga Amerika dilaporkan sering merasa sangat lelah dengan aktivitas seks. Berita mengejutkan? Bisa jadi.
Terkurasnya libido tak hanya berdampak pada kehidupan seks seorang wanita, tapi efek terburuknya adalah merusak hubungan. Terapis seks Gerald Weeks PhD, seorang profesor di departemen terapi pernikahan & keluarga di University of Nevada, Las Vegas sekaligus co-author Hypoactive Sexual Desire: Integrating Sex and Couple Therapy memberikan pemaparan soal libido wanita, seperti diulas Shine.
Apakah tidak normal jika Anda jarang berhubungan seks?
Sebenarnya, tidak. Sebuah studi dari University of Chicago menunjukkan bahwa sepertiga dari orang dewasa Amerika berhubungan seks hanya beberapa kali setahun.
Apakah Anda sanggup menahan sesuatu demi kepuasan suami?
Weeks menukaskan, sebagian wanita benar-benar bisa melakukannya. Padahal, ini akan memperburuk keadaan.
"Bila Anda mengira bahwa Anda harus turn on, tetapi tidak bisa, Anda mulai merasa apa yang kami sebut 'kecemasan respons," kata Weeks. "Kemudian, Anda akan cemas dengan hubungan seks berikutnya. Apakah Anda akan bercinta dalam kondisi hanya diam seperti batu? Dan kemudian, Anda mulai melihat diri melakukan kegagalan dan kekecewaan pada pasangan, dan akhirnya seks dapat berubah menjadi interaksi penuh amarah," tambahnya.
Apa penyebab masalah ini?
Banyak sebab, sebenarnya; amarah, trauma seksual pada masa lampau, takut ditolak atau ditinggalkan, dan banyak lagi. Namun alasan umum pada wanita, Weeks mengatakan, adalah hilangnya kendali dalam hubungan.
Anda seperti tak punya kendali atas diri sebab suami terlalu banyak memberitahu apa yang harus Anda lakukan. Dengan versi yang lebih mengancam keberadaan Anda sebagai mitranya di ranjang, seperti bagaimana seharusnya Anda bercinta, bagaimana seharusnya merasakan, dan memfantasikannya.
Anda seolah-olah ingin protes, Kamu bisa membuatku berhubungan seks. Tetapi, kamu tidak bisa membuatku menginginkannya. Dengan kata lain, libido rendah adalah perlawanan yang tidak disadari, sambil berkata, "sudah, sudah cukup".
Apakah masalah fisik juga memengaruhi?
Tentu saja. Memiliki bayi, mengalami menopause, dan mengonsumsi pil KB, menjadikan seks terasa membosankan bagi seorang wanita. Faktanya, banyak jenis obat yang memiliki efek samping terhadap libido, antidepresan adalah yang paling terkenal.
"Saya telah melihat wanita yang sangat mudah orgasme lalu mengonsumsi SSRIs (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors), dan tiga minggu kemudian mereka mengeluh, 'Anda bisa memberikan saya vibrator, libido saya menurun," kata Weeks.
Apakah hanya Anda yang mengalami masalah ini?
Tidak! Dan terapi bisa benar-benar membantu jika Anda bekerja sama dengan pasangan. Proses terapi sebaiknya melibatkan kedua pihak, termasuk konseling individu dan pasangan yang biasanya butuh waktu sekira 6 bulan-2 tahun.
(ftr)
Sumber : www.okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda sangat kami butuhkan.
Boleh beriklan, boleh pasang link website/blog anda.
Tapi dilarang mencantumkan Nomer HP dan Alamat Email.