Rabu, 04 Mei 2011

Gila kerja, anda bisa alami disfungsi seksual

ANDA adalah sosok wanita atau pria gila kerja? Berhati-hatilah, karena para workaholic bisa menggalami disfungsi seksual.

Sebagian orang menghabiskan sangat banyak waktu untuk bekerja. Bagi mereka seolah-olah hidup hanya untuk bekerja, sehingga bekerja bukan hanya sebagai kebutuhan untuk menunjang hidup. Bagi kelompok ini, gila kerja (workaholic) telah menjadi suatu gaya hidup sehingga mereka merasa terganggu bila tidak sibuk bekerja.

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS mengatakan, gaya hidup gila kerja mendatangkan lebih banyak stres daripada gaya hidup yang menyeimbangkan antara kesibukan kerja dengan kesantaian istirahat.

Dengan tenggelam dalam kesibukan kerja yang terus-menerus tanpa relaksasi, berbagai bentuk stres akan dialami, baik stres fisik maupun stress psikis. Berbagai macam stres akan menjadi stressor bagi mereka yang workaholic, jelas penulis buku Seks yang Membahagiakan ini.

Menurut Wimpie, setiap stressor yang dialami, baik stressor fisik maupun psikis, akan merangsang system saraf simpatetik yang merangsang keluarnya suatu neurotransmitter yang disebut norepinephrine. Akibatnya, pembuluh darah di dalam ruang pembuluh darah Mr P menutup sehingga aliran darah tidak dapat masuk, dan ereksi tidak dapat terjadi. Karena itu, pria yang mengalami stres berat akibat gila kerja mengalami disfungsi ereksi. Disfungsi seksual ini diperkuat oleh tertekannya dorongan seksual yang terjadi karena kelelahan fisik dan psikis.

Di pihak lain, lanjutnya, sebagian wanita juga terperangkap dalam workaholic. Sama dengan pria, wanita yang gila kerja juga mengalami stres fisik dan psikis.

Gangguan seksual juga dialami wanita yang gila kerja, yaitu berupa hilangnya dorongan seksual dan hambatan orgasme, jelasnya.

Acapkali gila kerja juga mengalami irama hidup, sehingga menjadi tidak teratur. Waktu tidur dan makan menjadi terganggu sehingga mengakibatkan fungsi berbagai organ tubuh terganggu. Pada akhirnya fungsi seksual menjadi semakin terganggu.

Untuk menghindari disfungsi seksual, maka gaya hidup haruslah suatu gaya hidup yang sehat. Menjauhkan diri dari gaya hidup tidak sehat untuk menghindari diri dari berbagai gangguan fisik dan psikis yang dapat mengakibatkan disfungsi seksual, tukasnya.
(tty)

Sumber : www.okezone.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda sangat kami butuhkan.
Boleh beriklan, boleh pasang link website/blog anda.
Tapi dilarang mencantumkan Nomer HP dan Alamat Email.