Senin, 10 Januari 2011

Viagra picu gangguan pendengaran

VIVAnews - Pria yang mengandalkan viagra untuk meningkatkan kemampuan seksual perlu berhati-hati. Sebuah riset menyimpulkan bahwa pemakai viagra dan obat peningkat hasrat seksual dalam jangka panjang berisiko kehilangan pendengaran.

Penelitian dilakukan terhadap 11.525 pria dewasa usia di atas 40 tahun. Pria yang menggunakan viagra atau obat kuat jenis lainnya, meliputi inhibitor phosphodiesterase 5 (PDE-5i), berisiko dua kali lipat mengidap gangguan pendengaran dibanding yang tidak mengonsumsi obat serupa.

Kepada Live Science, peneliti Gerald McGwin, profesor epidemiologi di Universitas Alabama Birmingham mengemukakan, gangguan pendengaran dipicu penggunaan obat PDE-5i, yang meliputi viagra, cialis dan levitra.

Pada 2007, Badan Pengwas Obat dan Makanan AS (FDA) mengumumkan perubahan label untuk obat PDE-5i yang menonjolkan risiko terjadinya gangguan pendengaran. Tindakan ini diambil setelah beberapa studi yang menyimpulkan ada kaitan antara penggunaan PDE-5i dan kasus kehilangan pendengaran secara mendadak.

"Meskipun ada keterbatasan dalam penelitian ini, pasien harus memperhatikan tanda dan gejala gangguan pendengaran sebelum dan selama menggunakan obat untuk mencegah potensi kerusakan permanen," kata McGwin.

Jenis PDE-5i pada awalnya dirancang untuk mengobati hipertensi paru-paru. Namun sekarang, penggunaannya berkembang sebagai pengobatan disfungsi ereksi (ED). McGwin menyebutkan, penting untuk meneliti lebih jauh bagaimana mekanisme biologis yang menyebabkan gangguan pendengaran akibat obat.

"PDE-5i bekerja pada meningkatkan aliran darah ke jaringan tertentu pasien DE," kata McGwin. "Hipotesisnya, obat-obatan ini memiliki efek yang sama pada jaringan di telinga. Peningkatan aliran darah berpotensi menyebabkan kerusakan pada indera pendengaran."

FDA memeringatkan adanya risiko gangguan pendengaran berdasarkan 29 laporan antara tahun 1996-2007. Kehilangan pendengaran dilaporkan terjadi beberapa jam setelah meminum obat pembangkit gairah. FDA mendesak pasien untuk berhenti meminum obat bagi yang mengalami masalah pendengaran.

Sumber : www.vivanews.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda sangat kami butuhkan.
Boleh beriklan, boleh pasang link website/blog anda.
Tapi dilarang mencantumkan Nomer HP dan Alamat Email.