KOMPAS.com mdash Umumnya seusai kehadiran anak kedua, si sulung siap mengacak-acak, bahkan cenderung merepotkan. Merawat si bayi yang baru datang saja sudah cukup merepotkan, belum lagi mengurus si sulung dan suami. Wah, pekerjaan Anda jadi dua kali lipat lebih sibuk. Saat Anda dilanda stres seperti ini, keintiman Anda dengan pasangan tentu terancam.
Menurut Anne Semans dan Cathy Winks, pengarang The Mother's Guide to Sex, secara rata-rata, pasangan yang sudah memiliki anak hanya memiliki waktu 20 menit per hari untuk bisa menikmati waktu intim. Ketika waktu yang sangat terbatas itu tidak dimanfaatkan dengan baik, lama-kelamaan akan tercipta jarak di antara Anda dan pasangan. Yang bisa Anda lakukan adalah mengajak pasangan untuk memulai kembali dari awal. Mengajaknya melihat "keadaan" sebagai sebuah kesempatan untuk menciptakan suatu keintiman baru di antara Anda dan dirinya. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan antara lain;
Mendefinisi ulang
Carleton Kendrick, seorang terapis keluarga, mengatakan bahwa saat-saat seperti ini adalah kesempatan untuk mendefinisikan ulang keintiman. Misalnya, berciuman dengan perlahan dan nyaman di pagi hari. Atau untuk para pria, dengan mengelus lembut rambut sang istri, dan sebaliknya. Memulai kembali hal-hal intim kecil untuk kembali terhubung satu sama lain adalah hal yang menyegarkan.
Berbagi cerita kembali
Cobalah untuk kembali terhubung dengannya lewat komunikasi. Sebelum memiliki anak, Anda dan dia pasti sering bertukar kata dan saling bercerita. Jangan hanya membicarakan seputar anak terus-menerus. Memang seakan-akan topiknya hanya itu saja, tapi Anda harus menghindarinya. Bicarakan tentang apa pun yang biasa Anda bicarakan pada masa lalu. Kembalikan masa-masa itu, nostalgia masa-masa Anda sering bicara dari hati ke hati dengannya.
Jadilah kreatif
Banyak cara menyempatkan diri untuk bercinta dengannya. Misalnya, titipkan anak-anak kepada pengasuh atau ke orangtua Anda selama beberapa jam, lalu pergi bersama pasangan untuk menghabiskan waktu romantis berdua. Selain itu, bisa juga menitipkan anak kepada om atau tantenya, sementara Anda dan suami "sibuk" di kamar. Spontanitas juga penting. Cobalah untuk kreatif menggunakan ruangan-ruangan lain di rumah yang sedang kosong.
Realistis
Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda merasakan adanya kekosongan di sektor tersebut. Tubuh Anda pasti mengetahuinya. Dengan mengakui bahwa Anda merasa ada kekosongan itu, dan bahwa Anda membutuhkan keintiman, hal itu akan membantu Anda menjalani hubungan harmonis ke depannya. Jika pun Anda sempat merasa ada yang ingin Anda tutupi dari tubuh Anda, maka cobalah untuk mulai mencari titik menarik lain pada tubuh Anda, dan fokuslah pada bagian tersebut.
Sumber : www.kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda sangat kami butuhkan.
Boleh beriklan, boleh pasang link website/blog anda.
Tapi dilarang mencantumkan Nomer HP dan Alamat Email.